Indonesiaraya.co,id | Rumah sakit adalah salah satu lingkungan paling kompleks dan rentan dalam hal proteksi kebakaran. Di dalamnya terdapat pasien dengan mobilitas terbatas, peralatan medis sensitif bernilai miliaran, bahan kimia mudah terbakar, dan instalasi gas medis yang kritis. Oleh karena itu, memilih kontraktor kebakaran rumah sakit bukanlah tugas biasa; ini membutuhkan keahlian khusus.
Kontraktor spesialis memahami tantangan unik di lingkungan medis, antara lain:
- Keselamatan Pasien Adalah Segalanya: Sistem alarm dan evakuasi harus dirancang agar tidak menimbulkan kepanikan. Sistem pemadam otomatis seperti sprinkler atau clean agent harus dipilih secara cermat agar tidak membahayakan pasien, terutama di area seperti Ruang Operasi, ICU, atau NICU.
- Kepatuhan pada Standar NFPA 99: Selain standar umum NFPA 13 (Sprinkler) atau 72 (Alarm), kontraktor harus sangat memahami NFPA 99 (Health Care Facilities Code). Standar ini mengatur secara detail tentang manajemen risiko kebakaran yang terintegrasi dengan sistem gas medis dan kelistrikan.
- Proteksi Peralatan Medis: Peralatan seperti MRI, CT-Scan, dan monitor pasien sangat sensitif terhadap air dan debu. Kontraktor spesialis akan merekomendasikan sistem pemadam seperti clean agent (FM-200 atau Inergen) untuk area-area ini guna mencegah kerusakan.
- Instalasi Tanpa Gangguan: Proses instalasi atau perawatan harus dilakukan dengan perencanaan matang untuk meminimalkan gangguan terhadap operasional rumah sakit yang berjalan 24/7.
Mempercayakan proteksi kebakaran rumah sakit kepada kontraktor yang memiliki rekam jejak terbukti di sektor kesehatan adalah sebuah keharusan. Ini bukan hanya tentang melindungi bangunan, tetapi tentang menjamin keselamatan ratusan nyawa pasien dan staf medis yang berada di dalamnya.






